HIACE
081315041922 [email protected]

9 Spot Wisata Kuliner Ramadan di Jawa Timur Terbaru 2026. Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari hingga Maret 2026, Jawa Timur kembali bersinar dengan berbagai festival kuliner dan spot ngabuburit yang menggugah selera.

Dari hiruk pikuk Kota Surabaya hingga kesejukan lereng gunung di Pasuruan, provinsi ini menawarkan kekayaan rasa yang tak tertandingi.

Tahun ini, suasana Ramadhan terasa lebih istimewa dengan adanya perpaduan akulturasi budaya, seperti momen Cap Go Meh yang beririsan dengan awal puasa, menciptakan variasi menu takjil yang unik.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 9 spot wisata kuliner Ramadan di Jawa Timur terbaru 2026 yang wajib Anda kunjungi untuk pengalaman berbuka yang berkesan.

1. Kawasan Wisata Heritage Kya-Kya Kembang Jepun, Surabaya

Surabaya selalu punya cara unik merayakan Ramadan. Di tahun 2026, kawasan Kya-Kya Kembang Jepun bertransformasi menjadi pusat takjil lintas budaya. Karena awal Ramadhan berdekatan dengan perayaan Cap Go Meh, Anda akan menemukan fenomena unik: pedagang yang menjual Lontong Cap Go Meh versi Halal berdampingan dengan penjual kurma dan roti maryam.

Kawasan ini menerapkan konsep Car Free Night selama bulan puasa. Pengunjung bisa berjalan santai di antara bangunan kolonial sambil memilih menu street food mulai dari dimsum, bakpao halal, hingga minuman tradisional. Cita rasa oriental yang menyatu dengan semangat islami menjadikan tempat ini spot paling hits untuk ngabuburit di Surabaya Utara.

2. Wisata Religi dan Kuliner Ampel, Surabaya

Tidak lengkap membicarakan Ramadan di Jawa Timur tanpa menyebut Ampel. Sebagai "Kampung Arab" di Surabaya, Ampel tetap menjadi magnet utama bagi pemburu kuliner Timur Tengah. Di sepanjang jalan masuk menuju Masjid Agung Ampel, aroma Nasi Kebuli, Nasi Mandi, dan Kambing Oven akan langsung menyambut Anda.

Update Terbaru 2026: Banyak hotel di sekitar Ampel, seperti Quds Royal, kini menawarkan paket buffet dengan menu otentik yang diracik oleh koki langsung dari Timur Tengah. Jangan lupa mencoba Es Samin yang legendaris atau Roti Maryam hangat dengan berbagai varian topping modern seperti coklat lumer dan keju premium.

3. Pasar Ramadhan Heritage Sidoarjo (Eks-Pasar Buduran)

Setelah menjalani renovasi besar-besaran, Pasar Heritage Sidoarjo (sebelumnya dikenal sebagai Pasar Buduran) kini menjadi ikon kuliner baru di Sidoarjo. Mengusung konsep pujasera modern dengan sentuhan grafiti dan pencahayaan estetik, pasar ini menjadi tempat favorit generasi Z untuk berbuka puasa.

Di sini, Anda tidak hanya menemukan jajanan pasar klasik seperti klepon atau lupis, tetapi juga berbagai tenant UMKM yang menyajikan menu kekinian. Suasananya yang lebih tertata dan bersih membuat momen buka bersama keluarga menjadi lebih nyaman dibandingkan pasar kaget biasa.

4. Wisata Religi Payung Madinah, Kota Pasuruan

Kota Pasuruan kini dijuluki "Madinah-nya Jawa Timur" berkat keberadaan payung raksasa di halaman Masjid Agung Al-Anwar. Area ini menjadi spot ngabuburit paling ikonik di tahun 2026. Sembari menunggu adzan Maghrib, warga berkumpul di bawah payung besar yang memberikan suasana mirip di Masjid Nabawi.

Sentra kulinernya tersebar di sekitar alun-alun dan sepanjang Jalan KH Wachid Hasyim. Anda wajib mencicipi Kupang Kraton yang segar atau berbagai olahan seafood khas pesisir Pasuruan. Suasana spiritual yang kental dipadu dengan keramaian pedagang takjil memberikan pengalaman batin dan perut yang memuaskan.

5. Kampung Patola dan Kopyor Roti, Banyuwangi

Banyuwangi selalu menghadirkan kuliner musiman yang hanya muncul saat Ramadan. Kue Patola, yang terbuat dari tepung beras berbentuk mie halus berwarna-warni, menjadi primadona yang paling dicari. Di tahun 2026, pusat takjil di Banyuwangi semakin masif, terutama di kawasan sekitar Taman Blambangan.

Selain Patola, Kopyor Roti—hidangan berbahan dasar roti tawar, santan, dan kelapa muda yang dibungkus daun pisang—menjadi menu wajib. Teksturnya yang lembut sangat ramah bagi lambung setelah seharian berpuasa. Banyuwangi berhasil mempertahankan tradisi kuliner suku Osing ini sebagai daya tarik wisata religi dan kuliner yang kuat.

6. Festival Kuliner “The Taste of Arabia” di Hotel-Hotel Malang

Kota Malang menawarkan sisi mewah dalam merayakan Ramadan. Pada tahun 2026, tren All You Can Eat (AYCE) dengan tema internasional sedang menjamur. Salah satu yang paling menonjol adalah di Grand Mercure Malang Mirama yang menghadirkan perpaduan menu Brasil Halal dan hidangan Nusantara.

Bagi penyuka suasana resor, Shanaya Resort Malang menyajikan menu spesial "Botafogo" untuk berbuka di tengah alam yang sejuk. Malang menjadi destinasi tepat jika Anda ingin mencari tempat bukber dengan pemandangan pegunungan dan layanan kelas atas, namun tetap menjaga keaslian rasa lokal seperti Bakso Malang dan Cwie Mie yang tetap tersedia di sudut-sudut hotel.

7. Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya (Berbagai Titik)

Bagi yang mencari pilihan praktis, murah, namun lezat, Sentra Wisata Kuliner (SWK) milik Pemkot Surabaya adalah solusinya. Dengan lebih dari 40 titik yang tersebar, seperti SWK Dharmahusada atau SWK Convention Hall, tempat ini menjadi lokasi "War Takjil" paling seru.

Menu andalannya tetap pada kuliner legendaris Jawa Timur: Lontong Balap, Tahu Tek, dan Rujak Cingur. Keunggulan SWK di tahun 2026 adalah sistem pembayaran yang sudah terintegrasi secara digital sepenuhnya (QRIS), memudahkan pengunjung bertransaksi tanpa ribet mencari uang kembalian di tengah keramaian.

8. Ngopibareng Pintulangit, Prigen, Pasuruan

Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan, melipir lah ke kawasan Prigen. Ngopibareng Pintulangit menawarkan pengalaman berbuka dengan panorama Kota Pasuruan dari ketinggian. Tempat ini menjadi sangat hits di tahun 2026 karena menggabungkan konsep wisata alam, wahana permainan, dan kuliner.

Udara dingin pegunungan sangat cocok dipadukan dengan hidangan hangat seperti sup buntut atau kopi jahe. Lokasi ini seringkali mengadakan pertunjukan musik religi atau shalawat menjelang waktu berbuka, menambah kekhusyukan sekaligus keceriaan momen Ramadan Anda.

9. Pasar Takjil Jalan Sunan Drajat, Lamongan

Lamongan tidak hanya soal Soto. Selama Ramadhan 2026, sepanjang Jalan Sunan Drajat dan Jalan Lamongrejo berubah menjadi lautan manusia yang berburu takjil. Yang menarik di sini adalah keberagaman jajanan tradisional yang masih sangat otentik.

Anda bisa menemukan Wingko Babat hangat yang baru dimasak, hingga minuman khas seperti Es Batil. Keramaian di Lamongan memberikan kesan Ramadhan yang "merakyat" dan hangat, di mana interaksi antara pedagang dan pembeli menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.

Tips Berwisata Kuliner Ramadan di Jawa Timur 2026:

  1. Datang Lebih Awal: Untuk spot populer seperti Ampel atau Payung Madinah, sebaiknya sudah di lokasi pukul 16.00 WIB untuk menghindari kemacetan dan kehabisan tempat duduk.
  2. Gunakan Transportasi Umum atau Ojek Online: Di kota besar seperti Surabaya dan Malang, parkir menjadi tantangan tersendiri saat jam ngabuburit.
  3. Reservasi Tempat: Jika berencana berbuka di hotel atau resto besar (seperti di Malang atau Surabaya Barat), pastikan melakukan pemesanan minimal H-3 karena antusiasme masyarakat di tahun 2026 diprediksi meningkat tajam.
  4. Siapkan Aplikasi Pembayaran Digital: Sebagian besar sentra kuliner terbaru sudah mendukung pembayaran non-tunai.

Jawa Timur di tahun 2026 membuktikan bahwa tradisi Ramadan bisa berjalan beriringan dengan modernitas. Dari cita rasa tradisional yang tetap terjaga hingga inovasi menu lintas budaya, provinsi ini siap memanjakan lidah setiap pengunjungnya selama bulan suci.

Apakah Anda sudah menentukan destinasi bukber pertama Anda tahun ini?

HIACE